Qatar Terancam Batal Gelar Piala Dunia

  • Bagikan

SuaraBMR. ZURICH – Salah satu anggota Komite eksekutif FIFA, Theo Zwanziger melemparkan peringatan keras kepada Qatar dan mengancam akan mencabut hak mereka menjadi tuan rumah gelaran Piala Dunia 2022, jika negeri kaya raya tersebut tidak segera menyelesaikan problem pelanggaran hak asasi manusia yang menimpa para buruh pekerja di sana. Qatar dianggap telah melanggar hak asasi manusia dengan memberikan upah di bawah standar kepada buruh imigran yang bekerja di berbagai sektor konstruksi dan energi.

Sebelumnya, Zwanziger yang juga pernah menduduki posisi sebagai presiden federasi sepak bola Jerman, pernah melontarkan kritik pedas terkait penunjukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dan beranggapan kalau cuaca disana bisa sangat berbahaya bagi para pemain sepak bola.

”Qatar memiliki waktu hingga 10 Maret 2015 untuk menyelesaikan masalah pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi disana,” ungkap Zwanziger.

Bila hal tersebut tidak dilakukan, maka Zwanziger mengaku akan meminta 209 anggota FIFA untuk melakukan pemungutan suara ulang guna mempertimbangkan penunjukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia pada kongres FIFA yang berlangsung di bulan Mei 2015 mendatang.

”Setelahnya saya akan meminta kepada 209 anggota FIFA untuk melakukan pemungutan suara ulang demi mempertimbangkan penunjukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia pada kongres FIFA yang berlangsung di Zurich (Swiss) bulan Mei mendatang,” jelas Zwanziger seperti dilansir Reuters.

Sebelumnya, Zwanziger juga sempat menyatakan kalau secara pribadi dirinya masih ragu jika perhelatan Piala Dunia 2022 akan benar-benar terlaksana di Qatar.

”Secara pribadi saya berfikir kalau pada akhirnya Piala Dunia 2022 tidak akan digelar di Qatar. Para tim kesehatan menyatakan kalau mereka tidak mau mengambil resiko penyelenggaraan Piala Dunia dengan kondisi cuaca extreem yang ada disana,” pungkas Zwanziger.

(arm)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *